Tanzaburō Tōjima sudah dewasa tetapi ia tak pernah melepaskan impian masa kecilnya menjadi seorang Kamen Rider sejati. Bahkan di usia 40-an, ia terus berlatih fisik setiap hari, menghafal gerakan, dan mempersiapkan dirinya seolah-olah momen itu bisa datang kapan saja. Suatu hari, saat keputusasaannya hampir menangkapnya, terjadi perampokan oleh kelompok yang menamakan dirinya “Fake Shocker” Tōjima tak mau diam melihat kejahatan itu, ia segera mengenakan topeng sederhana dan ikut turun tangan melawan penjahat. Dari situ, ia menyadari bahwa kesempatan menjadi Kamen Rider mungkin tidak sekadar khayalan.
Tōjima tak hanya menghadapi kejahatan, ia juga harus menghadapi keraguan masyarakat, cibiran, dan kenyataan bahwa menjadi pahlawan di dunia nyata jauh lebih sulit daripada yang ia bayangkan. Namun semangatnya tak surut: ia terus memperjuangkan keadilan, mencoba membuktikan bahwa seorang pria biasa pun bisa menjadi pahlawan dalam kehidupannya sendiri


