Season 3 dari series Shuumatsu no Walküre
Kalau kamu cari Shuumatsu no Walküre III Subtitle Indonesia, season ketiga ini adalah kelanjutan langsung dari duel gila-gilaan “manusia vs dewa” yang dikenal global sebagai Record of Ragnarok. Ceritanya tetap sederhana tapi nagih: para dewa dari berbagai mitologi sepakat ingin menghapus umat manusia, lalu Brunnhilde (pemimpin para Valkyrie) “memaksa” sidang para dewa memberi satu kesempatan terakhir—turnamen Ragnarok. Formatnya 13 pertarungan 1v1, dan pihak yang lebih dulu meraih 7 kemenangan jadi pemenang. Kalau manusia menang, umat manusia lanjut hidup (setidaknya 1.000 tahun lagi).
Yang bikin Shuumatsu no Walküre III terasa makin “panas” adalah posisinya: di awal season ini, skor sudah imbang 3–3 antara kubu manusia dan kubu dewa. Artinya, pertarungan berikutnya jadi penentu momentum—siapa yang unggul duluan menuju kemenangan ke-7. Netflix sendiri menegaskan season 3 berfokus pada pertarungan ketujuh untuk memecah kebuntuan 3–3 itu.
Sinopsis cerita Shuumatsu no Walküre III (tanpa spoiler)
Di arena Valhalla, satu nama dipanggil, satu legenda masuk, dan satu “keyakinan” dipertaruhkan—bukan cuma otot dan jurus, tapi juga ego, prinsip, dan alasan kenapa manusia pantas bertahan. Shuumatsu no Walküre III melanjutkan intensitas dua season sebelumnya: dewa-dewa tampil bukan sekadar “mahakuasa”, tapi punya kebanggaan yang sulit diinjak. Sementara para petarung manusia bukan cuma pahlawan sejarah—mereka adalah simbol tekad, ambisi, dan “keras kepala” umat manusia untuk tidak punah begitu saja.
Di balik pertarungan, konflik psikologis juga makin kentara: Brunnhilde tidak hanya memilih petarung, tapi juga menyusun strategi, membaca mental lawan, dan menanggung beban jika satu keputusan salah. Di sisi lain, Göll (Valkyrie termuda) menjadi penonton terdekat sekaligus pengingat emosional bahwa setiap pertarungan adalah “taruhan nyawa”, bukan tontonan biasa.
Season 3 juga tetap mempertahankan gaya khasnya: build-up dramatis sebelum duel, kilas balik masa lalu petarung, lalu ledakan aksi ketika jurus pamungkas keluar. Kombinasi ini yang bikin banyak orang betah, karena setiap duel terasa seperti mini-movie: ada prolog, alasan bertarung, klimaks, dan konsekuensi.
Pertarungan yang jadi highlight di Season 3
Walau detail adegan dan hasil duel sebaiknya kamu nikmati sendiri, match-up besar yang ditonjolkan untuk bagian ini antara lain:
- Qin Shi Huang vs Hades (Round 7)
- Nikola Tesla vs Beelzebub (Round 8)
- Leonidas vs Apollo (Round 9)
Ini bukan sekadar “siapa paling kuat”, tapi benturan tema: raja vs raja, sains vs kegelapan, pemberontakan manusia vs kesempurnaan dewa—yang pada akhirnya kembali ke satu pertanyaan: apa arti “layak hidup” bagi umat manusia?
Karakter penting yang kembali muncul
Tokoh-tokoh sentral tetap jadi penggerak cerita: Brunnhilde dan Göll sebagai pihak Valkyrie, Heimdall sebagai komentator arena, serta para dewa besar yang mengamati jalannya turnamen. Netflix juga merilis daftar pengisi suara (JP/EN) untuk figur-figur penting—termasuk Brunnhilde, Göll, Zeus, Odin, Hades, Qin Shi Huang, Beelzebub, sampai Nikola Tesla.
Informasi rilis dan produksi
Shuumatsu no Walküre III (Record of Ragnarok III) tayang di Netflix dan premier pada 10 Desember 2025.
Untuk tim produksi, season 3 membawa kombinasi baru: Koichi Hatsumi sebagai sutradara dan Yasuyuki Muto sebagai penulis utama, dengan animasi oleh Yumeta Company dan MARU Animation.
Dari sisi musik, opening theme yang banyak dibahas adalah “Dead or Alive” (GLAY), dan ending theme “Last Breath, Last Record” (Saori Hayami).
Note: Series 1 dan 2, menyusul


