Tinggal di daerah kumuh di sebuah kota yang kaya, Rudo dan ayah angkatnya, Regto, mencoba hidup berdampingan dengan penduduk kota lainnya, namun Rudo membenci pemborosan yang dilakukan oleh kalangan atas. Mengabaikan peringatan dari orang-orang di sekitarnya, Rudo secara teratur mengobrak-abrik sampah kota untuk mencari apa pun yang berguna atau berharga untuk diselamatkan dari “Abyss” – lubang besar tempat segala sesuatu yang dianggap sampah dibuang, termasuk manusia. Ayah kandung Rudo adalah salah satu orang yang dibuang ke dalam Abyss setelah dituduh melakukan pembunuhan.
Suatu hari, setelah berpapasan dengan sosok misterius dalam perjalanan pulang, Rudo kembali menemukan tubuh Regto yang sekarat di lantai. Dia segera ditemukan di tempat kejadian oleh pihak berwenang dan dituduh melakukan pembunuhan. Tidak ada yang percaya bahwa dia tidak bersalah, dan dia dilemparkan ke dalam Abyss. Namun, alih-alih mati, dia menemukan dirinya di tempat yang aneh dan berbau busuk yang dikelilingi oleh monster yang terbuat dari sampah.
Ketika Rudo diserang oleh monster-monster tersebut, dia diselamatkan oleh seorang pria bernama Enjin, yang mengungkapkan dirinya sebagai “Pembersih” – seseorang yang menggunakan senjata khusus yang disebut Vital Instruments untuk memerangi makhluk-makhluk ini. Untuk membalas dendam pada orang yang membunuh Regto, Rudo dengan enggan menjadi seorang Pembersih untuk berjuang kembali dan keluar dari Abyss.
Gachiakuta adalah anime aksi-fantasi gelap yang diadaptasi dari manga karya Kei Urana (ilustrasi) dan Hideyoshi Andou (grafiti), diproduksi oleh studio Bones Film. Cerita berpusat pada Rudo, seorang pemuda dari kelas bawah yang tinggal di kota terapung, di mana orang kaya membuang sampah — dan manusia — ke jurang yang disebut The Pit. Setelah difitnah membunuh orang, Rudo dijebloskan ke Pit dan menemukan makhluk mengerikan yang tak lain adalah “binatang sampah.” Diselamatkan oleh kelompok Cleaners, ia belajar menggunakan “instrument vital”: benda sehari-hari yang diberi nyawa untuk berperang melawan monster dan mengejar balas dendam terhadap mereka yang menimpakan nasibnya.
Dengan visual bergaya grafiti yang unik dan aksi cepat, anime ini mengeksplorasi tema distopia, ketidakadilan sosial, serta kekuatan rekonsiliasi dengan masa lalu. Penonton akan disuguhkan dunia yang brutal dan penuh teka-teki, menggali nilai dari hal-hal yang dianggap “sampah” oleh masyarakat atas
Kata Kunci : Dystopian, Dark Fantasy, Action, Revenge, Social Commentary, Supernatural Powers, Vital Instruments, Survival, Class Discrimination, Graffiti Style Aesthetics


